Jakarta, Goodcar.id - Kehadiran merek otomotif dalam ajang musik bukan hal baru, tetapi langkah Changan di Java Jazz Festival 2026 menunjukkan arah strategi yang lebih spesifik: mendekat ke gaya hidup urban. Dalam gelaran yang berlangsung pada 29–31 Mei 2026 lalu di kawasan PIK 2, Tangerang, Changan mengambil peran sebagai Official Transportation dengan mengandalkan SUV listrik Deepal S07.
Deepal S07 digunakan sebagai kendaraan operasional bagi musisi, baik lokal maupun internasional, selama acara berlangsung. Artinya, kendaraan ini langsung bersentuhan dengan kebutuhan mobilitas intensif dalam event berskala besar.
“Tahun ini, Changan dipercaya untuk turut mendukung gelaran Java Jazz Festival 2026 sebagai Official Transportation bagi para musisi lokal dan internasional. Kami sangat antusias dapat menjadi bagian dari festival musik bergengsi ini yang menghadirkan kolaborasi lintas industri dan kreativitas dalam satu panggung. Melalui partisipasi ini, kami ingin menghadirkan pengalaman mobilitas yang nyaman dan berkelas bagi para musisi selama berlangsungnya acara, sekaligus memperkenalkan karakter modern dan inovatif dari Deepal S07 sebagai kendaraan listrik masa kini,” ujar Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia.
Strategi Masuk Lewat Lifestyle
Jika dilihat lebih dalam, langkah ini mengarah pada pendekatan yang berbeda. Alih-alih hanya menonjolkan spesifikasi teknis, Changan mencoba menempatkan Deepal S07 dalam konteks pengalaman—khususnya di lingkungan kreatif dan hiburan.
Java Jazz dikenal sebagai festival yang tidak hanya menghadirkan musik, tetapi juga gaya hidup urban dengan audiens yang relatif segmented. Di titik ini, kendaraan listrik seperti Deepal S07 diposisikan sebagai bagian dari ekosistem tersebut, bukan sekadar alat transportasi.
Pendekatan ini relevan di tengah perubahan perilaku konsumen, terutama di kota besar, yang mulai melihat kendaraan sebagai bagian dari identitas gaya hidup, bukan hanya kebutuhan mobilitas.
Dalam konteks penggunaan sebagai kendaraan musisi, kenyamanan kabin menjadi faktor penting. Deepal S07 membawa sejumlah fitur yang secara spesifik menyasar pengalaman tersebut.
Pusat infotainment mengandalkan layar sentuh 15,6 inci yang disebut Sunflower Screen, didukung chip Qualcomm Snapdragon 8155. Sistem ini dirancang untuk memberikan respons cepat dan tampilan grafis yang halus.
Di sisi audio, kendaraan ini dibekali 14 speaker yang diklaim mampu menghadirkan pengalaman menyerupai ruang konser. Ini menjadi poin menarik, mengingat penggunaannya dalam festival musik.
Konsep interior yang diusung adalah “Luxury Yacht”, dengan ruang kabin yang luas serta elemen desain yang cenderung minimalis namun elegan. Fitur seperti ventilated seat hingga baris belakang dan panoramic sunroof berukuran 1,9 meter persegi juga memperkuat kesan tersebut.
Dari luar, Deepal S07 tampil dengan pendekatan desain futuristik. Garis bodi dibuat tegas dengan siluet aerodinamis, dipadukan lampu depan berdesain agresif.
Detail seperti pelek two-tone 20 inci dan frameless door di keempat sisi menjadi elemen yang memperkuat positioning sebagai SUV listrik premium. Desain ini tampaknya disesuaikan dengan target pasar yang menginginkan tampilan berbeda dari SUV konvensional.
Untuk mendukung mobilitas selama acara, Deepal S07 dibekali baterai berkapasitas 79,97 kWh. Motor listriknya menghasilkan tenaga 160 kW dengan torsi 320 Nm.
Dalam kondisi penuh, kendaraan ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 560 kilometer. Fitur DC Fast Charging juga tersedia untuk mendukung efisiensi waktu pengisian daya.
Di sisi keamanan, Changan menyematkan 19 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), termasuk Automatic Emergency Braking, Lane Assist, hingga Driver Alert System. Selain itu, terdapat enam airbags dan kamera 360 derajat untuk meningkatkan visibilitas pengemudi.
Dengan harga Rp599 juta (OTR Jakarta), Deepal S07 masuk ke segmen SUV listrik menengah ke atas. Di segmen ini, persaingan mulai ramai dengan berbagai pemain baru yang membawa pendekatan teknologi serupa.
Namun, pendekatan Changan melalui event seperti Java Jazz bisa menjadi pembeda. Alih-alih hanya bersaing di angka spesifikasi dan harga, mereka mencoba membangun asosiasi merek melalui pengalaman langsung.
