Tangerang, Goodcar.id — Pengusaha jalan tol Jusuf Hamka kembali mencuri perhatian publik setelah mengumumkan pembelian besar-besaran kendaraan listrik untuk kebutuhan operasional perusahaannya, PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP).
Pengumuman ini ia sampaikan ketika menghadiri Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025, Sabtu (28/11/2025), sebuah agenda yang juga dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Alih-alih sekadar melihat tren otomotif terbaru, kunjungan Jusuf Hamka justru menegaskan langkah serius sektor swasta dalam mempercepat pemanfaatan kendaraan listrik di lingkungan kerja.
Ia memutuskan untuk mengadopsi 75 unit EV Changan, terdiri dari 50 unit Lumin dan 25 unit Deepal S07, sebagai armada baru CMNP.
Dengan keputusan ini, CMNP menjadi salah satu perusahaan infrastruktur pertama yang mengintegrasikan EV dalam skala besar ke dalam armadanya.
Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana korporasi dapat mengambil peran signifikan dalam strategi nasional menuju transportasi rendah emisi.
Changan Curi Perhatian Pasar Indonesia

Merek Changan mungkin pendatang baru di Indonesia, tetapi kehadirannya di GJAW 2025 menunjukkan ambisi besar.
Dua model yang dibawa Lumin dan Deepal S07 menjadi magnet pengunjung karena menawarkan kombinasi desain, teknologi, dan efisiensi yang relevan dengan kebutuhan konsumen urban.
Menanggapi pembelian tersebut, CEO Changan Indonesia Setiawan Surya menyampaikan rasa hormatnya terhadap kepercayaan yang diberikan. Ia menilai langkah Jusuf Hamka dapat menjadi contoh bagi pelaku industri lain.
“Keputusan ini menunjukkan bahwa kendaraan listrik bukan lagi wacana masa depan, tetapi kebutuhan hari ini. Kami berkomitmen menghadirkan produk yang relevan bagi pelaku usaha dan masyarakat," ujar Setiawan.
Ia memastikan bahwa Changan akan terus memperluas portofolio EV di Indonesia, dengan fokus pada efisiensi energi dan manfaat nyata bagi penggunanya.
Meski fokus utama jatuh pada keputusan bisnis Jusuf Hamka, kehadiran Menko Airlangga di GJAW 2025 ikut memperkuat pesan bahwa ekosistem kendaraan listrik membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. Pemerintah tengah mendorong percepatan elektrifikasi transportasi, sementara pelaku usaha seperti CMNP menunjukkan implementasi nyata di lapangan.
